Rabu, 28 Oktober 2015

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN SUKU ASMAT

TUGAS FINAL:
PENGANTAR ANTROPOLOGI
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN SUKU ASMAT

OLEH:
R E S T U    S E T I A D I
2 1 4   1 0 1   0 4 8
Kelas : FIA. B

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS LAKIDENDE
UNAAHA
2015
SUKU BANGSA ASMAT
               Daerah kebudayaan suku bangsa Asmat adalah daerah pegunungan di bagian selatan Papua (Irian). Suku bangsa Asmat terdiri dariAsmat Hilir dah Asmat Hulu.
               Asmat Hilir bertempat tinggal di dataran rendah yang luas sepanjang pantai yang tertutup hutan rimbun, rawa dan sagu. Sedangkan suku Asmat Hulu bertempat tinggal di daerah berbukit-bukit dengan padang rumputyang luas. Suku bangsa Asmat menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa Asmat.
A.Sistem Religi / Kepercayaan
          Dalam kepercayaan masyarakat Asmat, suku bangsaAsmat sekarang ini merupakan keturunan dewa yang turun dari dunia ghoib.Dewa-dewa itu turun ke bumi dan mendarat di suatu tempat di pegunungan. Darisana mereka berpetualang dengan berbagai tantangan menelusuri sungai hinggatiba di daerah mana suku Asmat berdiam saat ini. Salah satu dewa yang dikenaladalah Fuumeripitsy  yang dianggap sebagai nenek moyang suku Asmat di telukFlaminggo
          Masyarakat Asmat mempercayai macam-macam roh yang digolongkan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :
*      Arwah nenek moyang yang baik, yang disebut Yi – ow
*      Arwah nenek moyang yang jahat, yang disebut Osbopan
*      Arwah nenek moyang yang jahat akibat orang itu mati konyol disebut Dambin – ow
              Orang Asmat juga mengenal macam-macam upacara keagamaan untuk berkomunikasi dengan arwah nenek  moyangnya, antara lain dengan menghiasi perisai, mengukir topeng, atau pembuatan patung.
Pembuatan benda-benda ini biasanya dimeriahkan dengan pesta makan, nyanyian dan tarian serta peragaan kisah petualangan dewa Fuumeripitsy dengan gerakan dan dialog
B. Sistem Bahasa
              Bahasa baik lisan, tulisan, maupun isyarat merupakan komponen kebudayaan. Dengan bahasa, dengan bahasa, manusia dapat memberikan arti secara aktif pada suatu obyek materiil sehingga bahasa dapat merupakan dasar kebudayaan. Manusia dapat berkomunikasi karena ada bahasa-bahasa yang digunakan sebagai alat penghubung.
C. Sistem kesenian
          Suku bangsa Asmat memiliki bidang seni ukiran terutama ukir patung, topeng, perisai gaya seni patung Asmat, meliputi :
    1. Gaya A, Seni Asmat Hilir dan Hulu Sungai.
              Patung-patung dengan gaya ini tersusun dari ataske bawah menurut tata urut silsilah nenek moyangnya. Contohnya, mbis yang dibuat jika masyarakat akan mengadakan balas dendam atas kematian nenek moyang yang gugur dalam perang melawan musuh.
    2. Gaya B, Seni Asmat Barat Laut.
              Bentuk patung gaya ini lonjong agak melebar bagian bawahnya. Bagian kepala terpisah dari bagian lainnya dan berbentuk kepala kura-kura atau ikan. Kadang ada gambar nenek moyang di bagian kepala, sedangkan hiasan bagian badan berbentuk musang terbang, kotak, kepala burung tadung, ular, cacing, dan sebagainya.
    3. Gaya C, Seni Asmat Timur.
              Gaya ini merupakan ciri khusus gaya ukir orang Asmat Timur. Perisai yang dibuat umumnya berukuran sangat besar bahkan melebihi tinggi orang Asmat. Bagian atasnya tidak terpisah jelas dari bagian lain dansering dihiasi garis-garis hitam dan merah serta titik-titik putih.
    4. Gaya D, Seni Asmat Daerah Sungai Brazza.
              Perisai gaya D ini hampir sama besar dan tingginya dengan perisai gaya C, hanya bagian kepala terpisah dari badannya. Morif yang sering digunakan adalah hiasannya geometris seperti lingkaran, spiral,siku-siku dan sebagainya.
          Kesenian yang berhubungan dengan upacara keagamaan atau penghormatan kepada roh nenek moyang, yaitu :
*      Mbisu adalah pembuatan tiang mbis atau patung nenek moyang
*      Yentpojmbu, adalah pembuatan dan pengukuhan rumah Yew
*      Tsyembu, adalah pembuatan dan pengukuhan perahu lesung
*      Yamasy, adalah upacara perisai
*      Mbipokumbu, adalah upacara topeng
D. Sistem Pengetahuan
              Sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan meliputi pengetahuan tentang:
*      Alam sekitarnya
*      Alam flora dalam daerah tempat tinggalnya
*      Alam fauna dalam daerah tempat tinggalnya
*      Zat-zat bahan-bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungan
*      Tubuh manusia
*      Sifat-sifat dan kelakuan sesama manusia
*      Ruang dan waktu
*      Pengetahuan tentang alam sekitarnya berupa pengetahuan tentang musim-musim, bintang-bintang, dan tentang sifat-sifat darigejala-gejala alam
              Pengetahuan tentang alam flora merupakan salahsatu pengetahuan dasar bagi kehidupan manusia dalam masyarakat kecil, terutama mata pencaharian yaitu pertanian. Pengetahuan tentang fauna merupakan pengetahuan dasar, suku-suku bangsa hidup dari berburu dan perikanan. Daging binatang merupakan unsur penting dalam makanan.
              Pengetahuan tentang ciri-ciri dan zat-zatbahan-bahan mentah, benda-benda sekelilingnya juga penting bagi manusia karena tanpa itu manusia tidak mungkin dapat mempergunakan alat-alat hidup.
              Pengetahuan tentang tubuh manusia dalam kebudayaan belum banyak dipengaruhi oleh ilmu kedokteran modern.
              Pengetahuan dan ilmu untuk menyembuhkan penyakit-penyakit dalam masyarakat pedesaan dilakukan oleh para dukun dantukang pijat. Manusia yang hidup dalam masyarakat perlu mengetahui sesama manusia termasuk pengetahuan tentang sopan-santun bergaul, norma dan sebagainya.
              Pengetahuan tentang ruang dan waktu meliputi sistem untuk menghitung, mengukur, menimbang, untuk mengukur waktu misalnya dengan tanggalan.
E. Sistem kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
              Suku bangsa Asmat, dalam sistem kekerabatan mengenal 3 (tiga) bentuk keluarga, yaitu :
*      Keluarga Inti Monogamy dan Kandung Poligami
*      Keluarga Luas Uxorilokal : keluarga yang telah menikah berdiam di rumah keluarga dari pihak istri
*      Keluarga Ovunkulokal : keluarga yang sudah menikah bediam di rumah keluarga istri pihak ibu.
              Di samping itu, orang-orang Asmat tinggal bersama dalam rumah panggung seluas 3 x 4 x 4 meter yang disebut Tsyem. Ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan peralatan berburu, bercocoktanam, dan menangkap ikan. Suku bangsa Asmat mengenal rumah panggung Yew seluas10 x 15 meter. Fungsinya sebagai rumah keramat dan untuk upacara keagamaan. Yewini pada umumnya di kelilingi oleh 10 – 15 tsyem dan rumah keluarga Luas.
              Masyarakat  Asmat Nmengenal sistem kemasyarakatan disebut Aipem. Pemimpin Aipem biasanya mengambil prakarsa untuk menyelenggarakan musyawarah  guna  membicarakan suatu persoalan  atau  pekerjaan.Syarat untuk dapat dipilih menjadi pemimpin Aipem yaitu harus orang-orang yang pandai berkelahi, kuat dan bijaksana.
F. Sistem Mata Pencaharian
              Pada masyarakat yang tingkat peradaban atau kebudayaan masih sederhana, mata pencahariannya juga bersifat sederhana. Sistem mata pencaharian meliputi : berbur dan meramu, bercocok tanam di ladang,bercocok tanam dengan irigasi, beternak dan mencari ikan.
              Beruburu dan meramu merupakan bentuk mata pencaharian yang tertua dan terjadi di berbagai tempat di dunia. Untuk meningkatkan hasil berburu biasanya dengan teknik tertentu missalnya dengancara ilmu ghaib.
              Di samping itu ada kebiasaan membagi hasil buruan kepada kerabat maupun tetangga. Sisanya diproses dan dijual kepada msyarakat luar dan ke pasar-pasar. Bercocok tanam di ladang merupakan bentuk bercocoktanam tanpa irigasi, tetapi lambat laun diganti dengan bercocok tanam menetap :bercocok tanam di ladang terdapat di daerah rimba tropik terutama di Asia Tenggara.
              Bercocok tanam dengan irigasi timbul di berbagai dunia yang terletak di perairan sungai besar, karena tanahnya subur. Beberapahal yang perlu diperhatikan yaitu masalah tanah, modal, tenaga kerja dan masalah teknologi tentang irigasi, konsumsi, distribusi dan pemasaran.Berternak biasanya dilakukan di daerah sabana, stepa dan gurun. Di Asia tengah memelihara kuda, unta kambing dan domba.
              Mencari ikan juga merupakan mata pencaharian yangtua ini dilakukan manusia zaman purba yang hidup di dekat sungai, danau ataulaut.
G. Sistem Teknologi
              Sistem teknologi dari suatu suku bangsa atau masyarakat masih sederhana, karena dilihat dari dasar-dasar, bahan-bahan, carapembuatan dan tujuan pemberian. Peralatan hidup terdiri dari :
    1. Alat produksi
              Berdasarkan macam bahan mentahnya maka berupaalat-alat batu, tukang, kayu, bambu dan logam. Menurut K.T Oakley dalam budaya berjudul ”Man The Tool Maker”, teknik pembuatan alat-alat batu adalah dengan :pemukulan (Percussion Hacking), penekanan (Presure Feaking), pemecahan(Chipping) dan penggilingan (Glinding). Alat-alat produksi dalam masyarakat tradisional dibedakan menurut fungsi dan lapangan pekerjaannya. Berdasarkan fungsinya, alat-alat produksi berupa alat potong, alat tusuk, alat menyalakanapi, alat pukul dan sebagainya. Berdasarkan lapangan pekerjaannya, alat-alat produksi berupa alat ikat, alat tenun, alat pertanian, alat menangkap ikan, dansebagainya.
     2. Senjata
              Senjata dalam kebudayaan tradisional dibedakan menurut fungsi dan pemakaiannya. Menurut fungsinya dapat berupa alat potong,alat tusuk, senjata lepas. Sedang menurut pemakaiannya senjata digunakan untukberburu, berperang dan sebaginya.
     3. Wadah
              Dalam budaya masyarakat tradisional, wadah digunakan untuk menyimpan, menimbun dan membawa barang. Berdasarkan bahan mentahnya wadah tersebut terbuat dari kayu, bambu, kulit kayu, tempurung dan tanah liat. Ada pula yang terbuat dari serat-serat seperti keranjang.
              Selain tempat penyimpanan, wadah digunakan untuk memasak atau membawa barang (transportasi)
     4. Makanan
              Makanan dilihat dari bahan mentahnya berupasayur-sayuran dan daun-daunan, buah-buahan, biji-bijian, daging, susu, ikan dansebaginya.
     5. Pakaian
              Pekaian merupakan benda budaya yang sangat penting bagaimana tingkat kebudayaan masyarakat tercermin dari cara pemilihan dan mengenakan pakaian. Pada masyarakat tradisional cara berpakaian msih sangatsederhana. Dari bahan mentahnya, pekaian terbuat dari daun-daunan, seperti diikat dan dicelup. Ditinjau dari fungsinya, pakaian tradisional dibagi menjadi4 (empat) macam, yaitu :
*      Alat untuk melindungi tubuh dari pengaruhalam (panas dan dingin)
*      Lambang keunggulan
*      Simbo yang dianggap suci
*      Sebagai perhiasan
               Pada masysarakat modern, fungsi pakaian sudah lebih komplek dan bervariasi. Selain keempat fungsi tersebut, pakaian merupakan simbol dan status sosial budaya.
     6. Perumahan
              Rumah merupakan tempat berlindung bagi manusia.Rumah tradisional menurut bahan mentahnya dibuat dari serat, jerami, kayu,bambu, kulit pohon .
    Ada 3 (tiga) bentuk rumah, yaitu : 
Ø  Rumah setengah dibawah tanah (semisub-terranian dwelling)
Ø  Rumah di atas tanah (surface dwellings)
Ø  Rumah-rumah di atas tiang (Pile dwelling)
              Dilihat dari pemakaiannya rumah sebagai tempat berlindung dibagi ke dalam rumah tadah angin, tenda-tenda, rumah menetap.
              Rumah menetap dapat dibedakan menjadi : rumahtempat tingggal keluarga kecil, rumah tempat tinggal keluarga besar, rumah-rumah suci, rumah-rumah pemujaan dan sebagainya
     7.  Alat – alat transportasi

              Alat-alat transportasi dengan segala jenis danbentuknya merupakan unsur kebudayan. Sejak zaman purba, manusia telah mengembangkan alat transportasi, walaupun sifatnya masih sederhana. Pada masyarakat tradisional, alat-alat transportasi terpenting adalah rakit/sampan, perahu,kereta beroda, alat seret dan binatang. Sejak dulu manusia telah menggunakan binatang sebagai alat transportasi. Di siberia sejak dahulu orang telah menggunakan sapi, kerbau, keledai, dan gajah sebagai alat angkut. Asia Utara dan Kanada Utara, rusa Reider dan anjing menjadi binatang transpotasi yang penting. Untuk mengangkut barang menggunakan alat yang disebut Travois dan alatseret (sledge)

1 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan pesugihan putih dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEUH di O823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..

    BalasHapus