TUGAS
FINAL:
PENGANTAR
ANTROPOLOGI
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
SUKU ASMAT

OLEH:
R
E S T U S E T I A D I
2 1 4 1 0 1 0 4 8
Kelas
: FIA. B
PROGRAM STUDI
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU
ADMINISTRASI
UNIVERSITAS
LAKIDENDE
UNAAHA
2015
SUKU
BANGSA ASMAT
Daerah
kebudayaan suku bangsa Asmat adalah daerah pegunungan di bagian selatan Papua
(Irian). Suku bangsa Asmat terdiri dariAsmat Hilir dah Asmat Hulu.
Asmat
Hilir bertempat tinggal di dataran rendah yang luas sepanjang pantai yang
tertutup hutan rimbun, rawa dan sagu. Sedangkan suku Asmat Hulu bertempat
tinggal di daerah berbukit-bukit dengan padang rumputyang luas. Suku bangsa
Asmat menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa Asmat.
A.Sistem Religi
/ Kepercayaan
Dalam kepercayaan masyarakat Asmat, suku bangsaAsmat
sekarang ini merupakan keturunan dewa yang turun dari dunia ghoib.Dewa-dewa itu
turun ke bumi dan mendarat di suatu tempat di pegunungan. Darisana mereka
berpetualang dengan berbagai tantangan menelusuri sungai hinggatiba di daerah
mana suku Asmat berdiam saat ini. Salah satu dewa yang dikenaladalah Fuumeripitsy yang dianggap sebagai nenek moyang suku Asmat
di telukFlaminggo
Masyarakat Asmat mempercayai
macam-macam roh yang digolongkan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :
Orang Asmat juga mengenal
macam-macam upacara keagamaan untuk berkomunikasi dengan arwah nenek moyangnya, antara lain dengan menghiasi
perisai, mengukir topeng, atau pembuatan patung.
Pembuatan
benda-benda ini biasanya dimeriahkan dengan pesta makan, nyanyian dan tarian
serta peragaan kisah petualangan dewa Fuumeripitsy dengan gerakan dan dialog
B.
Sistem Bahasa
Bahasa baik lisan, tulisan, maupun
isyarat merupakan komponen kebudayaan. Dengan bahasa, dengan bahasa, manusia
dapat memberikan arti secara aktif pada suatu obyek materiil sehingga bahasa
dapat merupakan dasar kebudayaan. Manusia dapat berkomunikasi karena ada bahasa-bahasa
yang digunakan sebagai alat penghubung.
C.
Sistem kesenian
Suku bangsa Asmat memiliki bidang seni
ukiran terutama ukir patung, topeng, perisai gaya seni patung Asmat, meliputi :
1. Gaya A, Seni Asmat Hilir dan Hulu
Sungai.
Patung-patung dengan gaya ini
tersusun dari ataske bawah menurut tata urut silsilah nenek moyangnya.
Contohnya, mbis yang dibuat jika masyarakat akan mengadakan balas dendam atas
kematian nenek moyang yang gugur dalam perang melawan musuh.
2. Gaya B, Seni Asmat Barat Laut.
Bentuk patung gaya ini lonjong
agak melebar bagian bawahnya. Bagian kepala terpisah dari bagian lainnya dan
berbentuk kepala kura-kura atau ikan. Kadang ada gambar nenek moyang di bagian
kepala, sedangkan hiasan bagian badan berbentuk musang terbang, kotak, kepala
burung tadung, ular, cacing, dan sebagainya.
3. Gaya C, Seni Asmat Timur.
Gaya ini merupakan ciri khusus
gaya ukir orang Asmat Timur. Perisai yang dibuat umumnya berukuran sangat besar
bahkan melebihi tinggi orang Asmat. Bagian atasnya tidak terpisah jelas dari
bagian lain dansering dihiasi garis-garis hitam dan merah serta titik-titik
putih.
4. Gaya D, Seni Asmat Daerah Sungai Brazza.
Perisai gaya D ini hampir sama
besar dan tingginya dengan perisai gaya C, hanya bagian kepala terpisah dari
badannya. Morif yang sering digunakan adalah hiasannya geometris seperti
lingkaran, spiral,siku-siku dan sebagainya.
Kesenian yang berhubungan dengan
upacara keagamaan atau penghormatan kepada roh nenek moyang, yaitu :
D. Sistem
Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam suatu
kebudayaan meliputi pengetahuan tentang:
Pengetahuan tentang alam flora
merupakan salahsatu pengetahuan dasar bagi kehidupan manusia dalam masyarakat
kecil, terutama mata pencaharian yaitu pertanian. Pengetahuan tentang fauna
merupakan pengetahuan dasar, suku-suku bangsa hidup dari berburu dan perikanan.
Daging binatang merupakan unsur penting dalam makanan.
Pengetahuan tentang ciri-ciri dan
zat-zatbahan-bahan mentah, benda-benda sekelilingnya juga penting bagi manusia
karena tanpa itu manusia tidak mungkin dapat mempergunakan alat-alat hidup.
Pengetahuan tentang tubuh manusia
dalam kebudayaan belum banyak dipengaruhi oleh ilmu kedokteran modern.
Pengetahuan dan ilmu untuk
menyembuhkan penyakit-penyakit dalam masyarakat pedesaan dilakukan oleh para
dukun dantukang pijat. Manusia yang hidup dalam masyarakat perlu mengetahui
sesama manusia termasuk pengetahuan tentang sopan-santun bergaul, norma dan sebagainya.
Pengetahuan tentang ruang dan
waktu meliputi sistem untuk menghitung, mengukur, menimbang, untuk mengukur
waktu misalnya dengan tanggalan.
E. Sistem
kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
Suku bangsa Asmat, dalam sistem
kekerabatan mengenal 3 (tiga) bentuk keluarga, yaitu :
Di samping itu, orang-orang Asmat
tinggal bersama dalam rumah panggung seluas 3 x 4 x 4 meter yang disebut Tsyem.
Ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan peralatan berburu,
bercocoktanam, dan menangkap ikan. Suku bangsa Asmat mengenal rumah panggung
Yew seluas10 x 15 meter. Fungsinya sebagai rumah keramat dan untuk upacara
keagamaan. Yewini pada umumnya di kelilingi oleh 10 – 15 tsyem dan rumah
keluarga Luas.
Masyarakat Asmat Nmengenal sistem kemasyarakatan disebut
Aipem. Pemimpin Aipem biasanya mengambil prakarsa untuk menyelenggarakan
musyawarah guna membicarakan suatu persoalan atau pekerjaan.Syarat untuk dapat dipilih menjadi
pemimpin Aipem yaitu harus orang-orang yang pandai berkelahi, kuat dan
bijaksana.
F. Sistem
Mata Pencaharian
Pada masyarakat yang tingkat
peradaban atau kebudayaan masih sederhana, mata pencahariannya juga bersifat
sederhana. Sistem mata pencaharian meliputi : berbur dan meramu, bercocok tanam
di ladang,bercocok tanam dengan irigasi, beternak dan mencari ikan.
Beruburu dan meramu merupakan
bentuk mata pencaharian yang tertua dan terjadi di berbagai tempat di dunia.
Untuk meningkatkan hasil berburu biasanya dengan teknik tertentu missalnya
dengancara ilmu ghaib.
Di samping itu ada kebiasaan
membagi hasil buruan kepada kerabat maupun tetangga. Sisanya diproses dan
dijual kepada msyarakat luar dan ke pasar-pasar. Bercocok tanam di ladang
merupakan bentuk bercocoktanam tanpa irigasi, tetapi lambat laun diganti dengan
bercocok tanam menetap :bercocok tanam di ladang terdapat di daerah rimba
tropik terutama di Asia Tenggara.
Bercocok tanam dengan irigasi
timbul di berbagai dunia yang terletak di perairan sungai besar, karena
tanahnya subur. Beberapahal yang perlu diperhatikan yaitu masalah tanah, modal,
tenaga kerja dan masalah teknologi tentang irigasi, konsumsi, distribusi dan
pemasaran.Berternak biasanya dilakukan di daerah sabana, stepa dan gurun. Di
Asia tengah memelihara kuda, unta kambing dan domba.
Mencari ikan juga merupakan mata
pencaharian yangtua ini dilakukan manusia zaman purba yang hidup di dekat
sungai, danau ataulaut.
G.
Sistem Teknologi
Sistem teknologi dari suatu suku
bangsa atau masyarakat masih sederhana, karena dilihat dari dasar-dasar,
bahan-bahan, carapembuatan dan tujuan pemberian. Peralatan hidup terdiri dari :
1. Alat produksi
Berdasarkan macam bahan mentahnya
maka berupaalat-alat batu, tukang, kayu, bambu dan logam. Menurut K.T Oakley
dalam budaya berjudul ”Man The Tool Maker”, teknik pembuatan alat-alat batu
adalah dengan :pemukulan (Percussion Hacking), penekanan (Presure Feaking),
pemecahan(Chipping) dan penggilingan (Glinding). Alat-alat produksi dalam
masyarakat tradisional dibedakan menurut fungsi dan lapangan pekerjaannya.
Berdasarkan fungsinya, alat-alat produksi berupa alat potong, alat tusuk, alat
menyalakanapi, alat pukul dan sebagainya. Berdasarkan lapangan pekerjaannya,
alat-alat produksi berupa alat ikat, alat tenun, alat pertanian, alat menangkap
ikan, dansebagainya.
2. Senjata
Senjata dalam kebudayaan
tradisional dibedakan menurut fungsi dan pemakaiannya. Menurut fungsinya dapat
berupa alat potong,alat tusuk, senjata lepas. Sedang menurut pemakaiannya
senjata digunakan untukberburu, berperang dan sebaginya.
3. Wadah
Dalam budaya masyarakat
tradisional, wadah digunakan untuk menyimpan, menimbun dan membawa barang.
Berdasarkan bahan mentahnya wadah tersebut terbuat dari kayu, bambu, kulit
kayu, tempurung dan tanah liat. Ada pula yang terbuat dari serat-serat seperti
keranjang.
Selain tempat penyimpanan, wadah
digunakan untuk memasak atau membawa barang (transportasi)
4. Makanan
Makanan dilihat dari bahan
mentahnya berupasayur-sayuran dan daun-daunan, buah-buahan, biji-bijian,
daging, susu, ikan dansebaginya.
5. Pakaian
Pekaian merupakan benda budaya
yang sangat penting bagaimana tingkat kebudayaan masyarakat tercermin dari cara
pemilihan dan mengenakan pakaian. Pada masyarakat tradisional cara berpakaian
msih sangatsederhana. Dari bahan mentahnya, pekaian terbuat dari daun-daunan,
seperti diikat dan dicelup. Ditinjau dari fungsinya, pakaian tradisional dibagi
menjadi4 (empat) macam, yaitu :
Pada masysarakat modern, fungsi pakaian sudah lebih
komplek dan bervariasi. Selain keempat fungsi tersebut, pakaian merupakan simbol
dan status sosial budaya.
6. Perumahan
Rumah merupakan tempat berlindung
bagi manusia.Rumah tradisional menurut bahan mentahnya dibuat dari serat,
jerami, kayu,bambu, kulit pohon .
Ada 3 (tiga) bentuk rumah, yaitu :
Ø
Rumah
setengah dibawah tanah (semisub-terranian dwelling)
Ø
Rumah
di atas tanah (surface dwellings)
Ø
Rumah-rumah
di atas tiang (Pile dwelling)
Dilihat dari pemakaiannya rumah
sebagai tempat berlindung dibagi ke dalam rumah tadah angin, tenda-tenda, rumah
menetap.
Rumah menetap dapat dibedakan
menjadi : rumahtempat tingggal keluarga kecil, rumah tempat tinggal keluarga
besar, rumah-rumah suci, rumah-rumah pemujaan dan sebagainya
7. Alat – alat transportasi
Alat-alat transportasi dengan
segala jenis danbentuknya merupakan unsur kebudayan. Sejak zaman purba, manusia
telah mengembangkan alat transportasi, walaupun sifatnya masih sederhana. Pada masyarakat
tradisional, alat-alat transportasi terpenting adalah rakit/sampan,
perahu,kereta beroda, alat seret dan binatang. Sejak dulu manusia telah
menggunakan binatang sebagai alat transportasi. Di siberia sejak dahulu orang
telah menggunakan sapi, kerbau, keledai, dan gajah sebagai alat angkut. Asia
Utara dan Kanada Utara, rusa Reider dan anjing menjadi binatang transpotasi
yang penting. Untuk mengangkut barang menggunakan alat yang disebut Travois dan
alatseret (sledge)
Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan pesugihan putih dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEUH di O823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..
BalasHapus